Tampilkan postingan dengan label NEW YORK TIMES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEW YORK TIMES. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

CARA AMPUH PTN

Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.

Senin, 06 Desember 2010

fable

Mouse Deer and Tiger
Mouse Deer sang his song as he walked through the forest. He was looking for tasty fruits and roots and shoots.
Though he was small, he was not afraid. He knew that many big animals wanted to eat him. But first they had to catch him!
Then he heard something. Rowr!
There was Tiger!
“Hello, Mouse Deer. I was just getting hungry. Now you can be my lunch.”
Mouse Deer didn’t want to be lunch. He looked around and thought fast. He saw a mud puddle.
“I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch. The King has ordered me to guard his pudding.”
“His pudding?” said Tiger.
“Yes. There it is.” Mouse Deer pointed to the mud puddle. “It has the best taste in the world. The King doesn’t want anyone else to eat it.”
Tiger looked longingly at the puddle. “I would like to taste the King’s pudding.”
“Oh, no, Tiger! The King would be very angry.”
“Just one little taste, Mouse Deer! The King will never know.”
“Well, all right, Tiger. But first let me run far away, so no one will blame me.”
“All right, Mouse Deer, you can go now.”
Mouse Deer ran quickly out of sight.
“Imagine!” said Tiger. “The King’s pudding!” He took a big mouthful.
Phooey! He spit it out.
“Yuck! Ugh! Bleck! That’s no pudding. That’s mud!”
Tiger ran through the forest. Rowr! He caught up with Mouse Deer.
“Mouse Deer, you tricked me once. But now you will be my lunch!”
Mouse Deer looked around and thought fast. He saw a wasp nest in a tree.
“I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch. The King has ordered me to guard his drum.”
“His drum?” said Tiger.
“Yes. There it is.” Mouse Deer pointed to the wasp nest. “It has the best sound in the world. The King doesn’t want anyone else to hit it.”
Tiger said, “I would like to hit the King’s drum.”
“Oh, no, Tiger! The King would be very angry.”
“Just one little hit, Mouse Deer! The King will never know.”
“Well, all right, Tiger. But first let me run far away, so no one will blame me.”
“All right, Mouse Deer, you can go now.”
Mouse Deer ran quickly out of sight.
“Imagine!” said Tiger. “The King’s drum!” He reached up and hit it. Pow.
Bzzzzzzzzzzzzz. The wasps all flew out. They started to sting Tiger.
“Ouch! Ooch! Eech! That’s no drum. That’s a wasp nest!”
Tiger ran away. But the wasps only followed him! Bzzzzzzzzzzzzz.
“Ouch! Ooch! Eech!”
Tiger came to a stream. He jumped in—splash!—and stayed underwater as long as he could. At last the wasps went away.
Then Tiger jumped out. Rowr! He ran through the forest till he found Mouse Deer.
“Mouse Deer, you tricked me once. You tricked me twice. But now you will be my lunch!”
Mouse Deer looked around and thought fast. He saw a cobra! The giant snake was coiled asleep on the ground.
“I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch. The King has ordered me to guard his belt.”
“His belt?” said Tiger.
“Yes. There it is.” Mouse Deer pointed to the cobra. “It’s the best belt in the world. The King doesn’t want anyone else to wear it.”
Tiger said, “I would like to wear the King’s belt.”
“Oh, no Tiger! The King would be very angry.”
“Just for one moment, Mouse Deer! The King will never know.”
“Well, all right, Tiger. But first let me run far away, so no one will blame me.”
“All right, Mouse Deer, you can go now.”
Mouse Deer ran quickly out of sight.
“Imagine!” said Tiger. “The King’s belt!” He started to wrap it around himself.
The cobra woke up. Ssssssssssssss. It didn’t wait for Tiger to finish wrapping. It wrapped itself around Tiger. Then it squeezed him and bit him. Sstt!
“Ooh! Ow! Yow! That’s no belt. That’s a cobra! Help! Mouse Deer! Help!”
But Mouse Deer was far away. And as he went, he sang his song.

Selasa, 26 Oktober 2010

kerajaan airlangga

Kisah bermula pada saat Pangeran Airlangga muda, putra sulung Ramanda Raja Dharma Udhayana Warmadewa beserta Permaisuri Mahendradatta meninggalkan Pulau Bali menuju tanah Jawa. Perjalanan tersebut dilakukan atas permintaan sang uwak Prabu Teguh Darmawangsa di Kahuripan yang ingin menjodohkan sang pengeran dengan putrinya yang bernama Dewi Galuh. Ratu Mahendradatta sebenarnya adalah putri Sang Prabu mPu Sindok dan merupakan adik kandung Prabu Tguh Dharmawangsa. Dengan demikian Pangeran Airlangga akan dinikahkan dengan saudara sepupunya sendiri, dan kelak di kemudian hari diharapkan sebagai pewaris tahta Kahuripan penerus dinasti Isyana.

Singkat cerita tibalah hari perkawinan agung. Segala persiapan pesta telah dilakukan secara besar-besaran. Tidak tanggung segala rakyat datang dari pelosok negeri berbondong-bondong, laki-perempuan, tua-muda, kaya-miskin, tanpa kecuali mendatangai kotaraja. Mereka ingin turut memberikan doa restu kepada mempelai berdua, dan memang kebijakan sang prabu menitahkan bahwa seluruh rakyat Kahuripan diundang ke istananya tanpa kecuali.

Namun tanpa diduga sama sekali, negeri Wurawari yang mempunyai dendam kepada Kahuripan memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan untuk menyerang dan menghancurkan Kahuripan. Dan karena kelengahan pertahanan Kahuripan akibat terhanyut oleh suasana pesta, maka dengan mudah pasukan Wurawari memporak-porandakan istana, bahkan Prabu Dharmawangsa gugur dalam pertempuran, dan sang permaisuripun turut bela pati.

Karena kecakapan pengawal pribadi Airlangga yang bernama Narottama, maka sang pengeran dan istri yang baru dinikahinya dengan beberapa kerabat berhasil meloloskan diri. Rombongan pelarian ini kemudian mengungsi ke daerah Ampel. Di sana kemudian Airlangga menitipkan istrinya kepada Ki Buyut Ampel. Pangeran Airlangga kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari pendeta guna belajar sutra sebagai bekal hidup di kelak kemudian hari. Atas petunjuk mPu Bharada, sampailah sang pangeran menenui sang bhiksu Budha di lereng gunung Penanggungan.

Alkisah suatu hari sang Airlangga diminta oleh gurunya untuk membeli beras sebagai persediaan bahan makanan perguruan kepada Ki Buyut Niti di dusun Cane. Pada kesempatan perjamuan, putri Ki Buyut menghidangkan suguhan. Dan betapa terpesona sang pengeran melihat kecantikan sang dewi. Dan seketika dia berniat mempersunting putri Ki Buyut tersebut. Dan atas restu dari bhiksu Budha gurunya, dipinanglah sang dewi dengan mas kawin yang dihutang. Karena mas kawin dihutang oleh sang pangeran, maka sesuai dengan adat di masa itu, sang pangeran harus tinggal menetap di rumah mertuanya. Dari pernikahan dengan Mahadewi ini, Pangeran Airlangga dianugerahi seorang putra yang diberi nama Mapanji Garasakan.

Sang bhiksu Budha yang telah uzur usia, pada suatu hari sakit keras. Di tengah sakitnya sang bhiksu kemudian mengundang seluruh cantriknya dan juga Ki Buyut Cane. Dalam suasana haru diwasiatkannyalah bahwasanya salah seorang cantriknya seseungguhnya adalah Pangeran Airlangga, penerus wangsa Isyana yang paling berhak atas tahta Kahuripan. Sebagai bukti kebenaran ucapannya dikeluarkanlah cincin berukir garudha mukha, simbol kebesaran raja Kahuripan. Dan dipesankanlah kepada seluruh rakyat Kahuripan untuk bersatu menegakkan Kahuripan dengan menobatkan Airlangga sebagai raja yang baru.

Maka dari dusun Cane itulah disusun kembali kekuatan kerajaan. Ki Buyut Niti diangkat sebagai penasehat politik raja, sedangkan sang Narottama diangkat sebagai perdana menteri, sementara sang istri diberi gelar Mahadewi diangkat sebagai permaisuri kedua. Hal pertama yang dilakukan sang prabu tentunya menjemput Permaisuri Dewi Galuh di Ampel. Setelah seluruh kerabat telah berkumpul kembali, maka mulailah ditata kembali kerajaan Kahuripan.

Kekuatan pertahanan kerajaan dibangun kembali dengan mengumpulkan pemuda-pemuda pilihan dari segenap pelosok negeri. Setelah pasukan dirasa kuat, sang prabu mulai melebarkan kekuasaan dengan menyerang musuh-musuh Kahuripan. Dan tak begitu lama kemudian kerajaan Wurawari sebagai musuh bebuyutan kerajaan berhasil ditakhlukan.

Setelah melebarkan sayap kekuasaan, sang prabu kemudian berniat membangun kutaraja. Maka dicarilah daerah keramat di lereng Gunung Penanggungan yang kemudian diberinya nama Wwatan Mas. Kemudian untuk meningkatkan hasil pertanian, dibangunlah Saptawringin dengan membendung sungai Brantas. Dan memang tanpa terlalu lama kesejahteraan rakyat meningkat, dan negeri Kahuripan menjadi negri yang gemah ripah loh jinawi, makmur sejahtera, tercukupi segala kebutuhan sandang pangannya.

Bukanlah kehidupan duniawi apabila tiada hambatan atau cobaan hidup. Dan dalam sejarah Kahuripan terceritalah seorang janda dari Waru Doyong yang bernama Nyi Calon Arang. Diakarenakan profesinya sebagai dukun santet maka jarang orang yang berani berurusan dengannya. Hal tersebut mengakibatkan anak gadisnya menjadi perawan tua, karena tidak ada pemuda yang berani meminangnya. Kenyataan ini menjadikan Nyi Calon Arang dendam kepada semua orang, sehingga dengan ilmu teluhnya, sang dukun menebarkan malapetaka berupa wabah penyakit aneh ke seluruh pelosok Kahuripan. Akhirnya baginda raja mengutus Mpu Baradha untuk mengatasi hal tersebut. Dengan mengumpankan cantrik kinasihnya, dilamarlah putri Calon Arang. Melalui anaknya inilah kemudian bisa diketahui rahasia ilmu hitam sang dukun santet. Dan akhirnya malapetaka santet dan teluh yang disebarkan Calon Arang berhasil diberantas.

Al kisah, dari permaisuri pertama Dewi Galuh, Prabu Airlangga dikaruniai dua orang anak, yang pertama seorang putri bernama Sanggramawijaya dan adiknya laki-laki bernama Pangeran Samarawijaya. Sang putri semenjak remaja telah gemar membaca sutra Budha, dan memang di kemudian hari sang putri lebih memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Kilisuci.

Pada suatu hari di kala mandi di patirtan kaputren, sang permaisuri Dewi Galuh terpeleset hingga terjatuh dan menemui ajalnya. Sepeninggal permaisuri menjadi gundah gulana dan gelisah hati sri baginda. Setelah merenung panjang diputuskanyalah bahwa sang prabu berkeinginan untuk lengser keprabon dan lebih memilih menjadi pertapa untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widi Wasa. Dengan demikian maka tahta kerajaan akan segera diserahkannya kepada putranya.

Namun kebimbangan melanda pikiran baginda, karena memiliki dua permaisuri dan keduanya mempunyai dua orang putra yang sama-sama mempunyai hak atas tahta Kahuripan. Akhirnya teringatlah baginda akan haknya atas tahta kerajaan Bali. Maka beliau kemudian mengutus Mpu Baradha untuk menanyakan haknya atas tahta Bali. Kerajaan Bali saat itu telah diperintah oleh Prabu Anak Wungsu, adik kandung Prabu Airlangga. Dan kenyataannya upaya meminta hak atas tahta Bali tidak berhasil.

Kemudian sebagai jalan tengah, atas usulan Mpu Baradha, maka dipecahlah kerajaan Kahuripan menjadi dua kerajaan. Kerajaan lama kemudian berganti nama menjadi Jenggala dan Mapanji Garasakan sebagai raja, wilayahnya meliputi Kahuripan sebelah utara sungai Brantas. Sedangkan palihan negara yang lain diserahkan kepada Pangeran Samarawijaya yang bertahta di Daha dengan wilayah kekuasaan di selatan sungai Brantas.

Demikianlah sejarah perpecahan kerajaan berawal. Dan kelak juga berlanjut kepada kerajaan Mataran Islam pada saat terjadinya perjanjian Giyanti yang memecah Mataram menjadi Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Belum cukup sampai di situ, Kasunanan pecah lagi dengan lahirnya Mangkunegaran, sedangkan Kasultanan pecah dengan adanya Pakualaman.

Rabu, 08 September 2010

kenapa ikan mudah bau ya ??

menurut harian NyT katanya ikan cepet bau daripada daging karena ikan itu mengandung sedikit senyawa kimia yang menguraikan dua senyawa penyebab bau tidak sedap.sedangkan daging sama sekali tidak punya , senyawanya bernama trimetilamin dan dimetilamin keduanya diturunkan dari trimetil oksida (HAHAH BERASA AHLI KIMIA)..dan ikan laut juga paling cepat baunya pada waktu ikan dibunuh di alam terbuka .and aksi enzim tersebut dinamakan (karboksilasi) produknya adalah senyawa amina yang bau.


SMOOCH:**